Terbaru

Sabtu, 09 Maret 2019

Jangan Lakukan Hal Ini di Media Sosial, Atau Kamu Akan Terlihat Bodoh

Hadirnya Media Sosial di Indonesia memiliki banyak dampak signifikan, baik yang berorientasi positif maupun negatif. Sejalan dengan mudahnya akses internet diberbagai daerah, platform media sosial dapat menghubungkan komunikasi antar warga tanpa mengenal jarak, waktu dan tempat. Indonesia kini memasuki era baru, dimana internet dan sosial media menjadi bagian dari kehidupan sehari - hari, sosial media menggerakan geliat ekonomi, politik, industri dan pendidikan karakter yang secara langsung bersinggungan dengan masyarakat.

Jangan Lakukan ini di Media Sosial
Ilustrasi Sosial Media, foto : today.citadel.edu
Realita yang terjadi dimasyarakat kita, mereka tak pernah tau dan ingin tau, apa itu media sosial? apa itu internet dan bagaimana cara membuat, mengelola, memanfaatkan hingga pemahaman mendasar soal dampak baik dan buruknya. Mayoritas, masyarakat hanya mengikuti trend penggunaan, selanjutnya mempelajari karakter media sosial dengan fasilitas seadanya.

Pemerintah hadir, melihat dan melakukan berbagai upaya dengan kewenangan dan batasan kebijakannya untuk meminimalisir dampak negatif hadirnya internet dan sosial media di indonesia. Kementrian Kominfo bersama stakeholder lainnya telah melahirkan beberapa program, kegiatan dan kebijakan untuk mendorong Internet dan Sosial Media menjadi bagian dari pembangunan masyarakat Indonesia, dengan gagasan Revolusi Industri 4.0, meski tak seluruhnya dapat menjangkau masyarakat, paling tidak perilaku pengguna sosial media di indonesia tidak melulu menghasilkan konten negatif, dirangkum dari berbagai sumber berikut hal - hal yang jangan dilakukan oleh anda di sosial media :

1. Unggah Data Privasi Diri

Saat ini kampanye untuk jangan menyebarluaskan identitas resmi diri ke media sosial, unggah KTP, SIM, KK, Paspor, Kartu Anak dan identitas lainnya gencar dilakukan oleh pegiat TIK mengapa ? Berbagai kejahatan menggunakan internet dan sosial media bermula dari mudahnya pelaku kejahatan mendapatkan informasi data calon korbannya. Belum lagi dengan penyalahgunaan data tersebut untuk kepentingan lain dan tanpa sepengetahuan pemiliknya, sebab, apapaun bentuk ata yang disebar di internet maka menjadi milik semua orang, jadi jelas, dengan secara vulgar dan motif narsis anda mengunggah data diri, sama dengan anda dengan bangganya menyerahkan data tersebut ke semua orang.

2. Gunakan Etika, Akal Sehat dan Norma Agama dalam bermedia sosial

Kasus pencemaran nama baik, penghinaan dan penyebarluasan informasi bohong (hoax) bermula dari ketidakpahaman pengguna media sosial bahwa ada hukum UU ITE di Indonesia yang dapat menjerat siapapun. Pengguna awam, biasanya tanpa sengaja atau sengaja membuat status ungkapan kekecewaan kepada orang lain, menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi kebenarannya dan memaki - maki orang lain distatus media sosial. 

Dalam bermedia sosial, ada ruang bersama dan ada ruang pribadi, bedakan batasan dan dampaknya.

3. Screen Shoot Percakapan 

Tahukah kamu, mengirimkan screenshoot percakapan di Aplikasi Masanger ada aturan dan UU nya, orang yang mengirimkan Screen Shoot tanpa sepengetahuan pihak yang ada dalam komunikasi tersebut, terlebih jika dianggap merugikan orang lain. 

4. Foto foto yang dianggap berlebihan

Berfoto dengan niat pamer atau motif apapun yang mengundang reaksi negatif warganet, misal memarkan banyak uang, berfoto selfie saat berduka atau dirumah duka, menyebarluaskan foto - foto mayat/korban kecelakaan hingga foto - foto pribadi yang masuk kategori penyebaran pornografi.

Demikian rangkuman dari admin, semoga bermanfaat. Mulai sekarang cerdas bermedia sosial karena akan berdampak luas pada masyarakat. Minggu (10/03)