Terbaru

Minggu, 10 Maret 2019

Miris, Warga Enggan Makamkan Anak Korban Kebakaran Lantaran Hutang Orang Tuanya

Peristiwa memilukan terjadi di Kelurahan Labalawa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau pada Sabtu (02/09). Bocah berusia 9 tahun menjadi korban ganasnya sijago merah membakar rumah yang ditempatinya, Ramadhan tewas lantaran tak mampu menerobos api saat peristiwa tersebut terjadi pukul 01.00 Wita dini hari.

Ironisnya, warga enggan mengurus dan menguburkan jasad bocah tersebut lantaran kedua orang tuanya, memiliki masalah sangkutan hutang piutang, ayah korban pernah meminjam sepeda motor kepada salah satu warga, motor tersebut tak pernah dikembalikan. Bahkan, dikabarkan ayah korban sudah berada di Kalimantan, sementara ibunya yang sudah berstatus pisah ranjang, hingga kini tak diketahui keberadaannya.

Kebakaran Rumah
Ilustrasi kebakaran rumah, sumber foto : kaskus.co.id
Seperti dikutip dari liputan6.com pada (11/03). Risno (16) kakak korban menceritakan, saat tertidur lelap, ia tak mengetahui dari mana api berasal dan sudah membakar bagian tengah rumahnya. Risno terbangun dan segera lompat keluar kamar melalui jendela sambil memegang tangan adiknya, sang adik tak berani melompat melewati api.

"Saya tarik tangannya, saya panggil mari kita keluar dari rumah, tapi dia takut lewat api," kata Risno.

Menurut La Eda, selaku Ketua RT 03 Lingkungan Katapi, Kelurahan Betoambari, kedua korban tinggal bersama neneknya, sementara kedua orang tuanya telah beberapa lama meninggalkan kampung dan pernah dicari warga. 

"Waktu kebakaran itu, saya dengar dari warga, saya langsung menuju lokasi, ternyata rumah sudah dilalap api," kata La Eda.

Kebakaran Rumah
Kondisi rumah korban, sumber foto : .liputan6.com
Kapolsek Murhum Ipda Marvi Oksiriana Cakti STrK membenarkan peristiwa tersebut, ia mendengar informasi dari warga soal orang tua kedua korban yang bermasalah. Keduanya sempat dikucilkan oleh warga setempah, bahkan warga banyak yang tak ingin mengurus jenazahnya disaat korban harus dikuburkan secepatnya.

"Kasian kan, bocah begitu sudah tewas terbakar kemudian saat akan dikebumikan dia masih dikait-kaitkan dengan masalah orang tuanya, yaa dikuburkan dululah," ungkap Ipda Marvi Oksiriana.

Ipda Marvi menambahkan, usai diskusi yang difasilitasi oleh kepolisian serta memberikan pemahaman kepada warga, jenazah dikuburkan pada sore hari