Terbaru

Kamis, 14 Maret 2019

Opini : Mahasiswa dan Jurnalistik Sebagai Narasi Pendidikan Millenial

Keterkaitan dunia jurnalistik dengan pendidikan tak dapat dipisahkan, dalam jurnalistik terdapat banyak kaidah yang berkaitan dengan ketepatan penyampaian data, teknik pengkemasan sebuah materi yang menginduk pada tata bahasa Indonesia yang baik dengan berpedoman pada KBBI.

Jurnalistik
Ilustrasi Jurnalisitk, sumber foto : tribunnews.com
Jurnalistik, saat ini menjadi salah satu media pengayaan kosakata bahasa yang sangat penting diketahui dan dipahami secara menyeluruh oleh pemerhati, penyelenggara hingga pelaku pendidikan. Sinergitas dan kolaborasi beberapa cabang ilmu pengetahuan berbasis literasi bahasa merupakan salah satu metode diluar cara – cara formal untuk mewujudkan generasi pendidik yang cerdas, sebagai wujud peran serta untuk Indonesia yang lebih baik.

Melalui jurnalistik, kecerdasan intelektual dan spiritual serta kepekaan penghayatan seseorang dapat diketahui dengan jelas. Bahkan, jurnalistik menjadi bagian dari arah penentu perjalanan bangsa Indonesia sejak masa pra kemerdekaan hingga kini. 

Jurnalistik sebagai indikator kedaulatan informasi suatu lembaga, dalam perjalanannya jurnalistik kini menjadi sebuah industri, bahkan melalui UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik masyarakat dapat berperan serta  mendorong sebuah kebijakan melalui karya Jurnalisme WargaJurnalistik bukan hanya sebatas analisis, pengolahan dan pelaporan sebuah data, didalamnya menyimpan kekuatan informasi komunikatif yang berdampak banyak pada kehidupan masyarakat luas.

JURNALISTIK SEBAGAI NARASI PENDIDIKAN MILENIAL sebagai media pembelajaran untuk menggali potensi mahasiswa dan menjadikan jurnalistik sebagai bekal ilmu pengetahuan tambahan yang bermuara pada peningkatan kapasitas diri dan dapat berkontribusi aktiv pada dunia pendidikan dengan mengakulturasikan ilmu pendidikan dan jurnalistik.

Oleh : admin