Terbaru

Minggu, 10 Maret 2019

Pesantren TIK, Mahasantri Menjadi Pakar Teknologi Islami, GRATIS !

Punya minat, bakat dan kemampuan dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi serta ingin memperdalam agama islam, lalu tidak punya biaya untuk mewujudkan mimpi menjadi pakar teknologi islami, Pesantren TIK kini menjadi solusi bagi persoalan tersebut. 

Mahasantri
Ilustrasi Santri IT, sumber foto : triknews.net
Lembaga pendidikan formal setara perguruan tinggi yang fokus terhadap terciptanya generasi terdidik secara islami dan pakar pada dunia teknologi berbasis pesantren ini didirikan oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh PT PLN, sebagai media pengelolaan dana zakat, infaq dan shodaqoh pegawai PLN pusat.

Dikutip dari website resminya, Pesantren TIK atau Petik berlatangbelakang kepedulian pada salah satu masalah sosial yang terjadi dimasyarakat, banyak pemuda berbakat yang tak dapat meneruskan mimpinya ke jenjang kuliah, oleh karenanya Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqoh PT PLN bekerjasama dengan Yayasan Profesi Terpadu Nurul Fikri guna meminimalisir masalah tersebut dengan mendirikan Pesantren TIK.

Petik
Logo Pesantren TIK, sumber foto : petik.or.id
Pesantren TIK setara dengan Diploma 1 dengan menempuh pendidikan boarding (Pesantren) selama 12 bulan dan hanya dibatasi 50 setiap angkatannya. Dalam kurun waktu tersebut ada dua semester dengan total hingga 7 mata kuliah tiap semesternya dengan tiga jurusan berbeda, yaitu, Sistem dan Jaringan, Pemograman dan Kepesantrenan.

Alumninya tersebar secara merata diberbagai wilayah Indonesia, dengan sarana dan prasarana yang lengkap, ada asrama, mushola, laboratorium komputer, kantin, sarana olahraga hingga ruang serba guna. Uniknya lagi, karena berbasis pesantren, peserta didik disini bukan disebut mahasiswa atau santri, melainkan gabungan dari dua kata tersebut, yaitu Mahasantri.

Penasaran ? silahkan klik DAFTAR untuk melihat persyaratan menjadi Mahasantri di Pesantren TIK

Sumber  : Pesantren TIK