Terbaru

Rabu, 20 Maret 2019

Sepuluh Fakta Terkait Aksi Damai Jamaah Asysyahadatain di Kantor BPN Cirebon

Aksi damai yang menghadirkan ribuan Jamaah Asysyahadatain dari wilayah Cirebon dan sekitarnya ramai dan viral disosial media, bahkan media cetak Cirebon menjadikan berita penyerobotan tanah waqaf masjid tersebut headline utama. Dirangkum dari berbagai sumber, aksi damai tersebut merupakan buntut dari hasil dua kali mediasi yang dinilai tidak menyelesaikan akar masalah oleh GARDA TAWAJAH, alhasil aksi damai harus digelar pada Senin 18 Maret 2019.

aksi damai jamaah asysyahadatain
Aksi damai Jamaah Asysyahadatain
Berdasarkan data yang didapat langsung dari anggota Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Asysyahadatain (GEMPA) yang berinisial AMT, berikut beberapa fakta terkait aksi damai tersebut.

1. Aksi damai dibawah forum Gerakan Dukungan Tanah Waqaf Masjid Asysyahadatain (GARDA TAWAJAH) dipimpin oleh Habib Ali Ausath Bin Yahya dengan dewan pembina Habib Muhammad Iqbal Bin Yahya dan Habib Husein Fauzan Bin Yahya.

2. Tuntutan aksi, cabut status sengketa, kembalikan hak administrasi dan hak histori tanah waqaf masjid

3. Jamaah Asysyahadatain dalam catatan sejarahnya belum pernah melakukan aksi demo atau unjuk rasa. Dengan demikian, aksi damai tersebut menjadi catatan sejarah baru.

4. Jamaah Asysyahadatain melalui GARDA TAWAJAH berhasil dan sukses menggelar aksi damai dengan tertib, aman dan bersih.

5. Dari perkiraan 5000 masa yang hadir, diprediksi yang hadir pada aksi damai sekitar 3000 masa

6. Masa yang hadir berasal dari Jamaah Asysyahadatain Cirebon, Indramayu, Tegal, Brebes, Subang, Kuningan.

7. Jamaah Asysyahadatain berhasil menunjukan persatuan, aksi tidak berkaitan dengan politik dan tidak ditunggangi oleh ormas maupun lembaga lainnya diluar Jamaah Asysyahadatain

8. Akibat perbedaan pendapat dan pelarangan oleh beberapa ulama Jamaah Asysyahadatain lainnya, masa yang diprediksi hadir lebih dari 5000, berkurang secara drastis.

9. Orator pada saat aksi damai merupakan generasi muda Jamaah Asysyahadatain yang mendukung aksi tersebut dari unsur Habib, Ustadz, Mahasiswa, Santri, Akademisi hingga Aktivis yang membaur menjadi satu.

10. Dengan aksi damai tersebut, publik menjadi lebih ingin mengenal secara menyeluruh tentang Jamaah Asysyahadatain.