Terbaru

Rabu, 29 Mei 2019

Sejarah Mukenah dan Perkembangannya Saat Ini

Ummat muslim Indonesia, khususnya wanita sudah lazim menggunakan Mukenah untuk menjalankan sholat lima waktu. Sebuah pakaian yang sengaja didesain untuk menutup aurat sesuai dengan anjuran syariat agama islam. Bahkan dinegara lain, kaum wanita tidak menggunakan Mukenah, ia hanya ada di negara kawasan asia tenggara dengan didominasi oleh warna putih.

sedot wc
Ilustrasi penggunaan Mukenah, foto : idntimes.com
Dikutip dari berbagai sumber, pada awal masuknya islam ke Indonesia, kaum wanita nusantara terbiasa menggunakan pakaian kain tanpa dijahit yang dililit, sehingga terlihatlah bagian leher dan rambutnya. Oleh karenanya, Walisongo menyepakati penggunaan Mukenah bagi wanita.

Usai sholat, mereka mencopot Mukenah dan kembali berpakaian sesuai dengan adat budayanya. Hal ini menjadi kebiasaan hingga saat ini di zaman modern, meski wanita sudah berpakaian menutup aurat dan syar'i, tetap saja tak afdol rasanya kalau sholat tidak pake Mukenah. 

Jenis, Model dan Corak Mukenah Kian Beragam


Dinegara timur tengah, kaum wanita sudah menggunakan pakaian yang menutup aurat dalam aktivitas sehari - harinya, pakaian tersebut disebut Burqa atau Abaya, oleh karenanya disana tidak ada Mukenah. Bahkan Mukenah menjadi keunikan tersendiri bagi ummat islam kawasan asia tenggara.

Zaman dahulu, pada masa Walisongo hingga pasca merdeka, Mukenah identik dengan warga putih sebagai lambang kesucian, selain itu, Mukenah juga dibuat dengan model langsungan. Saat ini Mukenah dibuat dengan model dua kain, yaitu atasan dan bawahan.

Bahkan, Mukenah kini hadir dengan berbagai model warna, jenis kain hingga berlapis emas sebagaimana yang saat ini diproduksi oleh Syahrini.