Terbaru

Jumat, 08 Mei 2020

Mengenal Teori Big Bang Ledakan Dahsyat Yang Membentuk Alam Semesta

Sejarah mencatat ada berbagai macam teori mengenai asal usul sistem tata surya dan alam semesta salah satu yang paling terkenal adalah teori Big Bang, yaitu sebuah ledakan dahsyat yang membuat terciptanya alam semesta.

Dari kata, “Big Bang” secara harfiah memiliki arti Ledakan Dashyat atau ledakan yang sangat besar. Di dalam teori ini menjelaskan bahwa alam semesta terbentuk dari ledakan yang sangat besar yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun lalu. Pada saat terjadi ledakan, material yang dilontarkan sangat besar jumlahnya dan menyebar keseluruh alam semesta.

Ilustrasi teori bing bang sumber : staoblog.org

Material tersebut terdiri atas partikel seperti neutron, proton dan elektron yang terbentuk dalam waktu 10-4 detik dan 3 menit untuk membentuk inti yang sangat kecil. Pada saat terjadinya ledakan, diperkirakan suhu mencapai 70 kali suhu matahari. Butuh waktu sekitar 500.000 tahun mendinginkan suhu elektron dan inti sampai cukup untuk membentuk atam. Pada akhirnya material-material tersebut bersatu membentuk planet, satelit, debu kosmik, asteroid, meteor dan partikel-partikel lainnya.

Teori big bang dikemukakan pertama kali oleh Abbe Georges Lemaitre, yaitu seorang kosmolog yang berasal dari Belgia sekitar tahun 1927. Menurut Georges, alam semesta ini awalnya berasal dari sebuah gumpalan superatom yang berbentuk bola api yang berukuran sangat kecil. Gumpalan bola api ini memiliki massa jenis yang luar biasa tinggi dan memiliki suhu sekitar kurang lebih 1 triliyun derajat celcius.

Sesaat sebelum terjadi ledakan, gumpalan bola api ini bertambah menjadi 1,75 cm. Semakin lama ukurannya bertambah dengan sangat cepat dan tepat pada detik 0 atau waktu mulainya ruang waktu, gumpalan bola tersebut meledak dan memuntahkan isinya di alam semesta. Ledakan tersebut terjadi sekitar 15 milyar tahun yang lalu.

Saat terjadi ledakan besar tersebut (big bang), menghasilkan energi dalam jumlah yang sangat besar di alam semesta yang nantinya membentuk seluruh materi pembangun di alam semesta. Tidak hanya itu, atom hidrogen yang ikut terlempar keluar lambat laun berkumpul untuk membentuk debu dan awan hidrogen atau biasa disebut nebula.

Nebula tersebut makin lama semakin memadat dan memiliki suhu jutaan derajat celcius. Nebula atau awan hidrogen inilah yang menjadi awal mula pembentuk bintang-bintang. Bintang-bintang tersebut nantinya berkumpul untuk membentuk kelompok yang kemudian disebut sebagai galaksi, diantaranya ada Galaksi Bima Sakti, Galaksi Andromeda, Galaksi Triangulum. Dari galaksi inilah tempat lahirnya milyaran tata surya dan salah satunya yang kita tinggali saat ini.

Hingga saat ini, kekuatan dari big bang masih terus terasa. Hal ini dapat dibuktikan dari kondisi alam semesta yang terus meluas. Beberapa galaksi bergerak semakin menjauh satu dengan yang lainnya. Gerakan tersebut akan terus terjadi sampai batas maksimalnya. Jika sudah mencapai batas, benda alam semesta akan berhenti menjauh dan melakukan gerakan tertarik lagi oleh gravitasi universal untuk kembali ke titik permulaan ledakan.

Begitulah info singkat mengenai teori Big Bang yang terjadi miliaran tahun lalu banyak para ilmuan yang kembali mencari kebenaran tersebut dan meyakini hal itu, serta masih banyak juga pembahasan mengenai teori tersebut yang sudah tersebar di internet.

Informasi ini kami dapat dari situs ilmu geografi silahkan klik link sumber dibawah ini untuk mengetahui kebenaran lebih lanjut.