Terbaru

Minggu, 03 Mei 2020

Mengintip Proyek Penggalian Terdalam di Dunia Sejauh 12km Beserta Video

Dua belas kilometer berarti lebih dalam dari palung Mariana dan jika orang menjatuhkan diri, butuh sekitar 3,5 menit untuk mencapai dasarnya itulah Kola Superdeep Borehole di Murmanks, Rusia, sudah lama diabaikan, tapi statusnya sebagai lubang terdalam dunia belum terkalahkan dan menyimpan banyak misteri.

Begitu dalam sehingga warga lokal yakin orang bisa mendengar suara siksaan dari neraka di situ, Dibuat di masa Uni Soviet, kala itu masih masa Perang Dingin. Selain perlombaan ke antariksa, negara superpower rupanya juga berkompetisi menggali ke kedalaman Bumi, bahkan ada ambisi untuk mencapai mantel planet ini.

Proyek Kola Superdeep Borehole dimulai pada sekitar tahun 1970-an di wilayah Murmanks, di lingkaran Arktik. Selama sekitar 20 tahun, ilmuwan Uni Soviet berhasil menjangkau kedalaman Bumi hingga 12 kilometer yang belum terkalahkan sampai saat ini.


Adapun mesin pengeboran yang digunakan Uni Soviet dinamakan Uralmash-4E dan generasi selanjutnya, yaitu Uralmash-15000, penggalian dihentikan pada 1992 ketika temperatur yang dijangkau di bawah sana mencapai 180 derajat Celcius sehingga alat pengeboran tak bisa lagi berfungsi. Seiring kolapsnya Uni Soviet, tak ada lagi biaya yang dikucurkan untuk proyek semacam itu sehingga tiga tahun kemudian, seluruh fasilitas ditutup.
Awalnya, target penggalian adalah 15 kilometer yang diprediksi selesai tahun 1993 tapi tak berhasil. Namun penggalian itu tak sia-sia. Ditemukan air di kedalaman tersebut yang sebelumnya dianggap mustahil. Sekitar 7 kilometer di bawah, ada fosil mikroskopis dari 24 spesies. Mereka juga mendapat akses pada bebatuan berusia 2,7 miliar tahun.

Temuan yang dianggap paling penting adalah fosil. "Penemuan paling menarik dari proyek ini adalah terdeteksinya fosil plankton mikroskopis di bebatuan yang usianya lebih dari 2 miliar tahun di kedalaman Bumi," kata Bryan Nelson dari Mother Nature Network.
"Fosil mikro itu mewakili sekitar 24 spesies kuno yang berhasil bertahan dalam tekanan serta temperatur ekstrim begitu jauh di dalam Bumi," tambahnya.
Kini, Kola Superdeep Borehole yang berdiameter 23 cm dan ditutup metal itu hanya menjadi tujuan turis, berada di antara fasilitas yang sudah rusak. Namun demikian, perannya dalam ilmu pengetahuan tetap dikenang.

Sumber : inet.detik.com