Terbaru

Senin, 18 Mei 2020

Minum Urine, Darah Kelelawar Hinggga Memotong Tangannya Sendiri, Pria ini Bertahan Hidup di Gurun Pasir

Mauro Prosperi, seorang petugas kepolisian Italia berusia 39 tahun pada 1994 sedang mengikuti Maraton des Sables (Maraton of the Sands) di Gurun Sahara, Maroko, Para peserta diwajibkan bertahan selama enam hari di lingkungan paling kering dan tandus di Bumi.


Mauro Prosperi sumber : BBC

Namun pada petengahan jalan tiba-tiba badai pasir menyerang hingga 8 jam yang membuatnya kehilangan arah. Setelah itu, Mauro berlari dan berjalan sekitar 300 kilometer ke arah yang salah.

Mauro langsung mencoba bertahan hidup dan hal pertama yang dia lakukan adalah buang air kecil ke botol air. Dia tahu bahwa buang air kecil pertama ini akan menjadi yang paling jelas dan paling bisa diminum jika dia tidak menemukan pasokan air bersih.

Mauro cukup tahu tentang bertahan hidup di gurun, yakni untuk berjalan di pagi dan sore hari serta bersantai di bawah naungan selama siang hari.



Setelah tiga hari berkeliaran, dia pun mengambil teguk pertama dari air kencingnya. Dalam kesempatan lain, Mauro juga diselimuti oleh badai pasir yang berlangsung selama dua belas jam.

Mauro menemukan tempat ibadah Muslim,dia lalu menggantung bendera Italia di depannya dan merangkak masuk, di mana dia akhirnya menemukan beberapa makanan.

Dia menangkap dua kelelawar kecil, memutar leher mereka dan meminum darah-darahnya. Putus asa, Mauro sempat melakukan percobaan bunuh diri.

Namun setelah menggorok pergelangan tanggannya, optimisme untuk hidup pun kembali lagi. Kemudian dia memutuskan untuk berjalan menuju keselamatan menuju pegunungan di kejauhan.

Lima hari setelah meninggalkan tempat ibadah dan delapan hari tidak minum apa-apa selain air kencingnya sendiri, akhirnya Mauro menemukan sebuah oase kecil.

Dua hari kemudian, dia bertemu dengan beberapa orang nomaden Tuareg di Gurun Sahara yang membawanya dengan punggung unta menuju kamp militer Aljazair terdekat dan dari sana ke rumah sakit.

Berjalan selama 180 mil, Prosperi kehilangan berat sebanyak 15 kilogram. Perlu waktu beberapa bulan sebelum ia bisa mengonsumsi makanan padat lagi.

Terlepas dari apa yang dialaminya, Prosperi tidak mengalami trauma. Ia bahkan tetap menjadi pelari dan mengikuti perlombaan pada 2012.

Simka video berikut ini cerita langsung dari Mauro Prosperi