Terbaru

Selasa, 05 Mei 2020

Miris, Siswa dan Siswi ini Merayakan Kelulusan Dengan Konvoi Disertai Tindakan Tak Senonoh

Sejumlah siswa-siswi di SMA Negeri 1 Kunto Darussalam, yang berada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, melakukan aksi yang tidak pantas saat merayakan kelulusan dan viral di media sosial Instagram pada Senin (4/5/2020).

Mereka merayakan kelulusan tidak hanya dengan mencoret baju seragam sekolah dan hura-hura. Tetapi pada sebuah tangkapan layar yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang siswi melakukan aksi tak senonoh yang dikelilingi sejumlah siswa. Ada juga siswa dan siswi yang berpelukan. Sungguh miris, aksi keluyuran itu dilakukan para siswa dan siswi pada saat mewabahnya virus Covid-19. 

Siswa dan siswi SMA Negeri 1 Kunto Darussalam di Kabupaten Rohul, Riau, saat merayakan kelulusan dengan cara tak terpuji sumber : suryamalang.tribunnews.com

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kaharudin membenarkan bahwa perayaan kelulusan dilakukan siswa SMA Negeri 1 Kunto Darussalam, Rohul. "Ya, benar. Saya juga sudah dapat informasi soal kejadian itu viral di media sosial," kata Kaharudin melalui sambungan telepon, Senin.

Kaharudin menjelaskan, kelulusan siswa SMA diumumkan pada Sabtu (2/5/2020) malam. Menurut dia, kelulusan siswa sengaja diumumkan pada malam hari untuk mengantisipasi siswa melakukan perayaan, seperti konvoi dan corat-coret baju. "Kelulusan kita umumkan lewat online malam hari supaya tidak ada siswa yang merayakan. Karena dilarang dan sekarangkan juga ada wabah virus corona," kata Kaharudin.

Namun, dia menyebutkan, perayaan kelulusan dilakukan siswa SMA Negeri 1 Kunto Darussalam pada esok paginya, Minggu (3/5/2020). Menurut Kaharudin, perayaan kelulusan tidak dilakukan oleh semua siswa, tetapi hanya ada beberapa orang. "Informasinya hanya beberapa siswa. Mereka konvoi jalan di sekitar Kecamatan Kunto Darussalam," sebutnya.

Kaharuddin mengaku sangat menyayangkan aksi siswa yang merayakan kelulusan tersebut. Sebab, dalam kondisi wabah virus corona saat ini, semestinya anak-anak berada di rumah. "Sebenarnya kondisi wabah Covid-19 saat ini yang membuat kita khawatir. Kemudian, sekarang suasana Ramadhan rasanya tidak etis juga seperti itu. Melenceng dari tradisi kita. Jadi kita harap ini tidak terjadi lagi," ucap Kaharudin.