Terbaru

Sabtu, 16 Mei 2020

Simak! Gua Chauvet di Perancis Yang Menyimpan Banyak Sejarah Peradaban Manusia

Gua arkeologi dimana tersimpan banyak sejarah peradaban manusia zaman dahulu ditemukan oleh tiga penjelajah, yakni Eliette Brunel-Deschamps, Christian Hillaire dan Jean-Marie Chauvet, pada 18 Desember 1994.

Terletak di lembah Ardeche, Perancis Tenggara, karya itu dibuat manusia penghuni gua 20.000 hingga 35.000 tahun lalu, sebagian besar lukisan bermotif binatang, seperti badak, mamut, singa, beruang, kuda, dan ibex - sejenis kambing gunung.


Lukisan di gua chauvet sumber : BBC

Dilansir dari cerita jurnalis BBC Rebecca Morelle dan Stuart Denman yang singgah kesana, stalaktit dan stalagmit berkilauan di sekitar dinding gua. Dinding-dinding gua penuh dengan ratusan gambar guratan batu berhias batubara dan bunga merah.

“Lukisan-lukisan itu sangat canggih. Mereka menggunakan relief batu untuk memberikan bentuk, bayangan, dan mengekspresikan banyak hal. Ada lebih dari 400 binatang yang dilukis di sini. Namun, masih banyak yang bisa ditemukan,” kata Marie Bardisa, kepala kurator Gua Chauvet.

 


Karena berusia puluhan ribu tahun, lukisan-lukisan tersebut angat rentan. Oleh sebab itu, orang awam dilarang keras berkunjung ke dalam gua.

“Jika publik masuk ke gua, ada risiko kontaminasi. Suhu bisa berkembang sangat cepat dan keseimbangan iklim akan terganggu sehingga lukisan-lukisan itu bisa berubah. Kami tidak ingin mengambil risiko,” kata Bardisa.

Guna melindungi Gua Chauvet, pemerintah Prancis mengucurkan dana sebesar 55 juta euro atau setara dengan Rp 773,7 miliar. Dana itu itu dipakai untuk membangun konstruksi pelindung gua, membuat model asli gua, dan menciptakan sistem suhu yang seimbang di dalam gua.

Peneliti pertama yang memasuki Gua Chauvet ialah Jean Clottes, pakar seni palaeolitic. Dia bertanggung jawab mengawasi pekerjaan di Gua Chauvet sekaligus memimpin komite pembuat replika gua.

Menurutnya, manusia penghuni gua yang melukis Gua Chauvet bukan manusia primitif, “Mereka manusia seperti kita. Manusia modern telah ada setidaknya 200.000 tahun, jadi jarak 35.000 tahun lalu tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Clottes menyakini Gua Chauvet ialah tempat spiritual bagi manusia pemburu dan pengumpul makanan. Dia juga berpandangan bahwa amat mungkin manusia-manusia penghuni gua menganggap lukisan-lukisan binatang di dinding gua memiliki unsur magis.

“Masa hidup manusia-manusia ini cukup pendek dibandingkan kita. Namun, dari seni mereka, kita bisa melihat bahwa mereka sama pandainya dengan kita. Mereka punya seniman dan agama. Mereka sangat dekat dengan kita,” ujarnya.

Sumber : BBC